Tampilkan postingan dengan label Bogor News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bogor News. Tampilkan semua postingan

Zona Merah Kota Bogor : Mulai Hari Ini, Anak-Anak dan Lansia Sebaiknya Dirumah Dalam Beberapa Minggu Kedepan


BOGOR NEWS INFO
- Kota Bogor berada di zona merah kasus penularan tinggi positif Covid-19 dan klaster rumah tangga menempati urutan tertinggi. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengimbau anak-anak dan lanjut usia (lansia) untuk betul-betul tidak keluar rumah apabila tidak ada hal-hal yang mendesak.

“Ada sekitar 45 keluarga dengan kasus 189 orang positif Covid-19, ini harus kita waspadai. Data menunjukkan bahwa dari yang positif Covid-19 anak-anak dan lansia dengan mobilitas yang tinggi itu terpapar,” wanti-wanti Wali Kota Bogor, Bima Arya saat berikan keteranva pers di Balai Kota Bogor, Jumat 28 Agustus 2020.

Bima Arya, menekankan, klaster rumah tangga ini harus diwaspadai karena di transmisi lokal sudah banyak terjadi penularan. Berdasarkan data kasus positif Covid-19 di Kota Bogor selama dua pekan terakhir menunjukkan lonjakan yang cukup tajam. Hal ini diketahui dari mitigasi infeksi dan tracing Pemkot Bogor.

Sumber  : isubogor.pikiran-rakyat.com

Ini Harga Xiaomi Redmi 7A dan Telah Resmi Masuk Indonesia


KOMPAS.com - Xiaomi kembali memboyong ponsel entry-level berbanderol terjangkau ke Indonesia. Kali ini vendor asal China tersebut meluncurkan Redmi 7A dalam acara yang digelar di Jakarta, Selasa (6/8/2019). Menurut Country Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi, Redmi 7A membawa desain yang baru, mulai dari warna, hingga sejumlah fitur.

BACA JUGA

"Kami membawa sejumlah fitur baru, dengan desain belakang yang lebih halus dan tahan percikan air. Redmi 7A hadir untuk semua MiFans di Indonesia," kata Steven saat memperkenalkan ponsel itu. Redmi 7A sudah lebih dulu diperkenalkan di China pada bulan Mei lalu. Kemudian ponsel itu mampir di India sebelum dibawa ke Indonesia. Banderol Redmi 7A yang merupakan penerus Redmi 6A dipatok di kisaran Rp 1 jutaan, tapi spesifikasinya termasuk lumayan mumpuni untuk ponsel sekelasnya. Bagian layar memiliki diagonal 5,4 inci dengan resolusi 1.440 x 720 piksel. Bingkai (bezel) di bagian atas dan bawah masih terlihat tebal dengan tulisan merek "Redmi" di sisi dagu perangkat.

Untuk dapur pacunya, Xiaomi membenamkan chip octa-core Snapdragon 439 dengan RAM 2 GB dan media penyimpanan 16 GB. DI punggung Redmi 7A tersemat kamera tunggal dengan resolusi 13 megapiksel, berikut kamera selfe 5 megapiksel di bagian depan. Xiaomi Redmi 7A akan mulai dijual di pasaran Indonesia pada 13 Agustus mendatang dengan harga Rp 1,3 juta. Ada promosi flash sale di Lazada dengan banderol khusus Rp 1,2 juta. 

Sumber tayang di Kompas.com

Setelah Manggis mendunia, Kini Kopi dari Bogor Mendunia

BOGOR –- Pemerintah Kabupaten Bogor kini sedang gencar memasarkan komoditasnya. Setelah sebelumnya Manggis yang menjadi mayoritas ekspor ke China, sekarang giliran kopi yang mendapat tempat di Eropa. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan(Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nurianty, mengatakan saat ini sudah ada pesanan untuk mengirim contoh dari beberapa perusahaan di negara-negara Eropa dan Afrika.


Menurutnya Belanda sudah memesan kopi sekitar 200 ton per tahunnya. “Mereka sudah mengontak untuk mengirim contoh dan akan kita tindak lanjuti pada panen ini, sekitar April atau Mei akan kita akan siapkan sebaik-baiknya,” ujarnya kepada Republika.co.id, Selasa (26/3).

BACA JUGA


Pameran kopi yang diikuti Distanhorbun di Belanda pada 1 hingga 3 Maret silam mendapat peminat dan kesan yang baik dari negara-negara pengunjung terutama Eropa. Hal tersebut dikarenakan selama ini kopi robusta mereka belum fine dan masih berada di grade dua atau tiga. Kabupaten Bogor dalam kesempatan itu membawa yang kualitasnya sudah dinyatakan juara termasuk yang juara di Paris yang sudah grade fine.

Ia menambahkan tahun lalu kopi dari Kabupaten Bogor juga juara dan mendapat perak serta perunggu di Paris. “Tahun lalu ada 23 kopi yang menjuarai di Perancis. Dua di antaranya dari Kabupaten Bogor. Itu semua hasil panen robusta yang menghasilkan kurang lebih sekitar dua ribu ton per musim, sedangkan hamparan lahan sekitar enam ribuan hektare di sembilan kecamatan,” ujarnya.

Nurianty berharap kopi Bogor ke depannya bisa bersaing dengan kopi Vietnam. Akan tetapi ia menegaskan kopi Vietnam produktivitasnya sudah tinggi. Jadi langkah pertama yang akan dilakukan dinas terkait adalah bisa meningkatkan produktivitasnya terlebih dahulu.


“Tidak melulu patokannya ke Vietnam. Hanya memang beberapa yang kualitasnya bagus memang Vietnam,” ujarnya.

Dari data Distanhorbun luas areal kebun kopi di Kabupaten Bogor sejak tahun 2015 mengalami peningkatan. Peningkatan lahan terhitung dari 2.957 hektare menjadi 6.227 hektare di 2018.

Hal tersebut merupakan keuntungan bagi kabupaten Bogor karena lahan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kopi baik robusta ataupun arabika. Nurianty menambahkan pada 2018 sebanyak 3.607 ton kopi robusta dihasilkan di Kabupaten Bogor sedangkan angka arabika masih di 127 ton pada tahun yang sama.

SOURCE : REPUBLIKA

Viral Foto Pengemis Miliki Mobil, Jawab : Kepala Satpol PP Bogor

Bogor News Info - Warga Bogor mendadak heboh dengan menyebarnya foto pria paruh baya diduga pengemis memiliki mobil. Hal itu baru diketahui, ketika pria tersebut terjaring razia petugas Satpol PP Kota Bogor.
Dalam foto tersebut memperlihatkan, pria yang menggunakan sarung memegang bungkusan plastik di tangan kirinya. Sementara, tangan kanannya memegang kunci yang menempel di pintu mobil.
BACA JUGA

Kepala Bidang (Kabid) Dalops Satpol PP Kota Bogor Dimas Tiko membenarkan bahwa pria dalam foto tersebut merupakan seorang pengemis yang kerap berada di persimpangan jalan di Kota Bogor.
"Kalau terkait yang bersangkutan pengemis betul adanya kang, lokasi biasanya di sekitaran Simpang Yasmin," kata Dimas, Selasa (19/3/2019).

Meski demikian, Dimas belum mengetahui secara pasti bahwa sebuah mobil yang ada di dalam foto bersama pria itu adalah miliknya. Pihaknya akan melakukan pendalaman tekait informasi tersebut.
"Terkait mobil dan lainnya kami masih akan lakukan validasi/pendalaman, nanti kita share," jelas Dimas.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Bogor Azrin Syamsudin juga membenarkan informasi tersebut. Namun, dirinya belum bisa memberikan keterangan karena masih akan melakukan pengecekan.
"Menurut informasi begitu, tapi besok saya akan tanyakan ke Satpol PP Kota Bogor. Saya masih di Surabaya mas mau ke Jakarta," singkat Azrin.

Source : news.okezone

4 Penggali Emas di Bogor Tewas di Lubang Galian, Dikarenakan Sesak Napas


Bogor News Info - Empat penggali emas tanpa izin atau biasa disebut gurandil ditemukan tewas di dalam lubang galian di Kaki Gunung Cingaleng, Bogor. Keempat korban diduga tewas karena mengalami sesak napas saat berada di dalam lubang galian.

BACA JUGA
    

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Budi Pranowo mengatakan keempat korban hendak mengambil tanah dan lumpur yang mengandung emas di dalam lubang ilegal yang mereka gali sendiri.

Keempat korban adalah Adam, Ata (27), Satri (25), dan Kosim (28). Keempatnya merupakan warga Desa Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

"Ketika sekitar 15 menit berada di dalam lubang, korban bernama Adam mengalami sesak napas dan berusaha keluar dari lubang. Karena kondisinya semakin lemah, korban Adam kemudian jatuh kembali ke dalam lubang," kata Budi kepada wartawan, Minggu (17/3/2019) malam.


Keempat korban masuk ke lubang sempit itu menggunakan alat seadanya. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (17/3) pukul 14.00 WIB.

Setelah mengetahui rekannya terjatuh ke dalam lubang, Kosim, Ata, dan Satri langsung menyusul dan berusaha mengevakuasi Adam yang sudah tidak berdaya. Namun ketiganya ikut mengalami sesak napas dan lemas.

"Jadi, ketika tiga orang itu mau menolong, tapi kemudian ikut mengalami sesak napas dan lemas. Ketiganya juga tidak bisa keluar, sampai akhirnya meninggal. Jadi korban meninggal ada empat orang. Begitu info yang diterima," tambah Camat Cigudeg Acep Sajidin ketika dimintai konfirmasi terpisah.

Keempat korban, lanjut Acep, akhirnya dievakuasi warga dengan alat seadanya pada Minggu sore. Oleh pihak keluarga masing-masing, keempat korban kemudian langsung dimakamkan di sekitar tempat tinggal mereka.
(jbr/jbr)

Source : Detik 

Mahasiswa Dituntut 18 Bulan Penjara, Karena Hina Bendera dan Sebar Ujaran Kebencian


MEDAN, Bogor News Info- Aksi protes mengantar Agung Kurnia Ritonga (22) mendekam di penjara.
Warga Jalan Puri, Medan ini dituntut jaksa penuntut umum Rahmi Shafrina 18 bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider tiga bulan kurungan. Sesuai Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana dakwaan Subsider.

BACA JUGA
   
Alasan jaksa, terdakwa bersalah menyebarkan ujaran kebencian di sosial media dan menghina bendera tauhid. Dia membacakan tuntutan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) itu di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan yang diketuai Ferry Sormin.

"Sebelum menjatuhkan tuntutan, kami sudah melakukan pertimbangan. Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa dapat memecah kerukunan umat beragama," kata Rahmi, Rabu (26/2/2019). Sedangkan hal yang meringankan, lanjut dia, terdakwa bersikap sopan, mengakui perbuatannya, dan belum pernah dihukum.

"Selain itu, terdakwa sudah meminta maaf atas perbuatannya melalui Instagram. Terdakwa ini juga masih tercatat sebagai mahasiswa," sambung Rahmi.
Sidang akan dibuka kembali pada pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan (pledoi).

Seperti diberitakan, pada 24 Oktober 2018 dari sebuah kedai kopi di Jalan Laksana Medan, dia menulis kalimat di Instastory Instagram-nya, Kenapa rupanya kalo bendera tauhid dibakar? Tuhan kalian ikut terbakar rupanya? Makanya, jangan banyak kali ikut pengajian yang ngajarkan budaya, jadi tolol bangsad.

Tuhan kalian aja anteng di atas lagi gitaran sambil mabuk amer dan nulis puisi bokep, klen pulak yang sibuk. Terdakwa mengaku melakukan hal tersebut sebagai protes terhadap orang-orang yang marah saat bendera tauhid dibakar.

Menurutnya, kemarahan itu tidak menunjukkan ajaran Islam. Sebab, meski bendera dibakar, nilai-nilai agamanya tidak hilang.

Source :  Kompas

Geramnya Jokowi : Gara gara ada Kampanye Hitam penyebar fitnah



Jokowi merespons aksi kampanye hitam emak-emak yang mengatakan azan akan dilarang jika dirinya terpilih lagi jadi presiden. Jokowi geram atas tuduhan itu.

"Dengerin fitnah-fitnah nggak usah. Denger hoax nggak usah. Ramenya rame fitnah, rame hoax, kabar-kabar bohong banyak sekali, dan jangan didengarkan," kata Jokowi di Cilacap, Senin (25/2/2019) kemarin.

"Buanyak sekali. Ada katanya nanti kalau Presiden Jokowi menang, nggak boleh azan. Kebangetan," imbuh capres nomor urut 01 itu.

BACA JUGA
Jokowi lalu mengungkit lagi fitnah lama yang menuduhnya sebagai aktivis PKI. Dia juga mengungkit soal fitnah bahwa dirinya antiulama.

"Saya tiap minggu dengan ulama, ke pesantren. Saya titip itu aja, jangan sampai demokrasi dilalui dengan yang harusnya gembira, jadi resah," ujarnya.

Sebelumnya, jagad maya geger oleh video aksi sosialisasi berisi kampanye hitam terhadap Jokowi-Maruf yang viral di media sosial. Sebab, diduga kuat peristiwa dalam video itu terjadi di Karawang.

Dalam video yang beredar, dua perempuan tersebut berbicara dalam bahasa Sunda saat kampanye door to door. Warga diyakini bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis.

"Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin," kata perempuan di video yang viral.

Jika diartikan, ajakan itu memiliki arti:

Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin.

Tiga emak-emak itu lalu diamankan polisi. Namun Bawaslu menyatakan aksi ketiganya tak masuk pelanggaran pemilu.

"Dari hasil investigasi dan kajian, teman-teman di Karawang juga sudah melakukan pendalaman internal data pada kesimpulan tidak memenuhi unsur formil dan materiilnya," ucap Ketua Bawaslu Jabar Abdullah saat dihubungi wartawan, Selasa (26/2).

Source : Detiknews